Ilmuwan: Bumi Ternyata Pernah 'Kiamat'
Dilansir Livescience, Selasa (11/2/2014), peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat mengungkap beberapa faktor penyebab matinya hewan purba pada periode Permian tersebut.
Ilmuwan mengatakan, kepunahan massal yang pernah terjadi ini menandai akhir periode geologi Permian 252 juta tahun lalu. Lebih dari 96 persen kehidupan laut dan 70 persen spesies darat mati.
Sebagai perbandingan, 85 persen makhluk hidup mati pada era dinosaurus di akhir periode Cretaceous 66 juta tahun lalu. "Ini merupakan salah satu titik infleksi (perubahan) mendasar dalam lintasan kehidupan di Bumi. Ini mengatur panggung untuk sisa evolusi," jelas Seth Burgess, kepala peneliti dan ahli geokimia di MIT.
Studi juga mengungkap, lebih dari 90 persen kehidupan di Bumi lenyap dalam waktu 60 ribu tahun pada kepunahan massal Permian. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Ilmuwan menduga beberapa faktor seperti letusan gunung api di Siberia, menyebabkan penyebaran gas yang membunuh spesies secara masif. Penting bagi peneliti mengetahui durasi 'kiamat' yang menyebabkan kematian massal ini untuk dapat membantu menjelaskan potensi pemicunya.
"Apa pun yang menyebabkan kepunahan itu benar-benar cepat atau biosfer mencapai beberapa ambang batas kritis. Memiliki linimasa yang akurat untuk kejadian kepunahan massal dan intervalnya adalah penting, karena memberi kami ide mengenai bagaimana biosfer merespon," terangnya.
Ilmuwan juga mengungkap faktor lainnya yang berpotensi menyebabkan kepunahan massal, yakni gas rumah kaca. Temperatur laut juga diprediksi naik sekira 10 derajat Celcius sebelum kepunahan terjadi dan berlanjut ke awal periode Triassic.
Meningkatnya karbon dioksida membuat laut lebih asam. Ini juga kemungkinan sebagai penyebab matinya spesies laut. (ahl)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar